Reblog:Cahaya Hati Menuju Ilahi: Sendiri dan Bermotivasi

Assalammualaikum wbt & Salam Sejahtera,

Tertarik dengan penulisan Saudari Adni, saya kongsikan penulisan beliau untuk manafaat kita bersama. Teruskan mencari ilmu sahabat semua. 

Cahaya Hati Menuju Ilahi: Sendiri dan Bermotivasi:  


 
Sebelum bernikah, hati amat ingin menjejak kaki ke alam berumahtangga. Hati ingin merasa kemanisan cintanya. Hati merindui nikmat berpasangan dan memiliki zuriat.

Namun, lihatlah mutakhir ini.. sebegitu cepat, hanya selepas beberapa bulan, selepas setahun dua.. semakin ramai isteri yang ingin melangkah keluar dari sebuah pernikahan – kelukaan, kekecewaan, terabaikan, disakitkan fizikal dan emosi..

Saudara perempuanku...,

Hatimu merindui kehadiran teman hidup yang baik

Hatimu ingin merasa ketenangan yang ALLAH janjikan antara suami dan isteri

Hatimu ingin membina keluarga tempat singgah berteduh

Suami, anak-anak.. Hatimu ingin milikinya..

Berkongsi kasih dalam perjalanan bertemu tuhan

Duhai adikku dan kakakku yang amat ku kasihi.. Hati ini juga sayu dan sedih dengan luahan harapanmu.

Keinginan dan impianmu benar sekali, rumahtangga dan anak-anak adalah perhiasan dunia yang indah.

Namun, dengan seribu satu sebab, lelaki-lelaki yang baik sukar ditemui.

Hingga keinginan dipendam, terpendam.

Di sana, ada para isteri yang dulunya sangat menginginkan pernikahan

Kini, suami dan kekusutan rumahtangga telah meninggalkan luka paling dalam

Lebih luka dan pilu dari bujang sendiri menghadapi hidup

Lebih mudah rupanya menjawab persoalan..

“Bila nak kahwin…memilih sangat ke?”

Dari menjawab,

“Kenapa nak bercerai…dah fikir betul-betul ke ?

Keindahan pernikahan itu sungguh cantik dan mendamaikan, jika syariatNYA selalu mendahului perasaan.

Pernikahan itu terlalu membahagiakan jika hati lapang memberi dari mengharap, bahagia buat mereka yang memilih kesabaran dan memberi kemaafan. Terlalu bermakna buat mereka yang menggantungkan pernikahan pada tali ALLAH.

Dan merenung sisi kesakitan sebuah pernikahan, ia adalah mengecewakan lagi tertekan. Namun pada yang melihat sisi kebaikan, konflik dan perceraian sebenarnya adalah goncangan yang memberi kesan teguh pada peribadi dan rumahtangga.

Dan setelah usaha-usaha menghidupkan pernikahan dilakukan, kenapa ALLAH masih menduga hubungan kalian dan pasangan?

Kerana ada hikmah yang mungkin sukar difahami dari neraca penilaian kita sebagai manusia. Cukuplah kita beriman bahawa takdir yang ALLAH putuskan mengandungi kebaikan dan kemaslahatan yang besar buat kita semua.



Saudaraku.. setelah kalian berusaha dan berdoa, namun jodoh masih tak kunjung tiba, bersabarlah..

Teruslah berusaha dan meminta dariNYA.

Bersangka baiklah padaNYA.

Bukan DIA tak tahu hatimu yang merindui, ingin mengasihi dan dikasihi

Bukan DIA tak mengerti hatimu yang pilu dan resah menunggu memikirkan

Hanya DIA Yang Maha Bijaksana.. ketentuanNYA adalah dengan ilmu dan rahsiaNYA yang terlalu agung..

Lihatlah penantianmu ini..

Bukan sia-sia.

Di satu sisi, kalian menjadi anak terbaik. Kalian memanfaatkan masa bujang ini untuk melakukan perkara yang menggembirakan ibu dan ayah. Banyak masa kalian berlalu dengan usaha-usaha untuk menyenangkan hati ayah dan ibu.

Ya ALLAH..lihatlah anak yang soleh solehah ini Ya ALLAH.. Mereka berkorban dan mengetepikan perasaan untuk menggembirakan hati ayah ibu.. Mereka memilih tidak segera menikah kerana rasa tanggungjawab yang tinggi berbakti pada ayah dan ibu.. yang sudah tua, yang kelemahan dan perlu sokongan..

Ya ALLAH,..kurniakanlah buat mereka seorang suami yang soleh di dunia, dan teman cinta hati di syurga dengan keikhlasan mereka berbuat baik pada ayah dan ibu…

Di sisi yang lain, kalian menjadi guru terbaik. Nikmat bujang kalian gunakan sepenuhnya untuk komitmen pentarbiyyahan.

Akhawati fillah..tahukah kalian, dengan usaha kalian mentarbiyyahku kini diriku terdorong menjadi isteri dan ibu yang baik?

Kalian menganjur program-program tarbiyyah yang terancang dan konsisten, kalian bersabar dan bersabar menghadapi kerenah mutarobi.. kalian tidak meninggalkan diriku sewaktu diri ini merasa berat memilih jalan kebenaran.. Kesungguhan kalian menyusun dan mengisi halaqah, menjadi asbab saudaramu ini masih terus ingin mencari redha ALLAH.

Ya ALLAH..lihatlah hambaMU yang soleh solehah ini. Mereka memperbaiki diri untuk menjadi daie dan murobi.

Kerana mereka bujang dan ‘available’, mereka selalu ada untuk kami mencurah rasa hati, berkongsi musykilah diri. Mereka mencintai kami keranaMU Ya ALLAH, mereka ingin bersama kami meniti jambatan ke syurga.

Mereka berkorban masa, tenaga dan wang ringgit untuk membimbing kami menuju cahaya Islam. Ya ALLAH.. hatiku bertatih mengenaliMU kerana usaha mereka ini yang tak putus asa mencari syurgaMU..

Ya ALLAH..kurniakanlah mereka suami yang baik di dunia & teman cinta yang mulia di syurga.

Saudaraku, ayuh membina kegembiraan di hati.. dengan atau tanpa suami, kita menjalani hidup yang bermotivasi. Kerana ALLAH melihat amal dan keikhlasan, bukan status berkahwin atau bujang.


 
Dengan suami, merasa bahagia seandainya cinta suami menjadikan kita makin cinta padaNYA.

Tanpa suami, merasa bahagia kerana ALLAH menjadi teman cinta sepenuhnya, ingin diraih redha dan ampunanNYA.

Mencintai suami, mengharap suami - pasti kecewa, pasti terluka.. Mengharap perhatian dan perlindungan suami, sedangkan dia juga manusia lemah, jiwa sakit terseksa bila harapan tak tertunaikan.

Mencintai ALLAH, mengharap rahmat dan perlindungan ALLAH, pasti bahagia, pasti hidup indah berbunga.

Kerana ALLAH tak pernah mengecewakan. ALLAH..hanya pada DIA ada kesempurnaan kasih sayang dan penjagaan.

"Sesungguhnya orang-orang lelaki yang Islam serta orang-orang perempuan yang Islam, dan orang-orang lelaki yang beriman serta orang-orang perempuan yang beriman, dan orang-orang lelaki yang taat serta orang-orang perempuan yang taat, dan orang-orang lelaki yang benar serta orang-orang perempuan yang benar, dan orang-orang lelaki yang sabar serta orang-orang perempuan yang sabar, dan orang-orang lelaki yang merendah diri (kepada Allah) serta orang-orang perempuan yang merendah diri (kepada Allah), dan orang-orang lelaki yang bersedekah serta orang-orang perempuan yang bersedekah, dan orang-orang lelaki yang berpuasa serta orang-orang perempuan yang berpuasa, dan orang-orang lelaki yang memelihara kehormatannya serta orang-orang perempuan yang memelihara kehormatannya, dan orang-orang lelaki yang menyebut nama Allah banyak-banyak serta orang-orang perempuan yang menyebut nama Allah banyak-banyak, Allah telah menyediakan bagi mereka semuanya keampunan dan pahala yang besar."

(Surah Al-Ahzaab, ayat 35)


"Sesiapa yang beramal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka sesungguhnya Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan sesungguhnya kami akan membalas mereka, dengan memberikan pahala yang lebih dari apa yang mereka telah kerjakan."

(Surah An-Nahl, ayat 97)

0 comments: